RANCANGAN PRAKTIKUM
PENGAMATAN BAKTERI PADA LENDIR KENTANG
1. Latar Penelitian
a. Hari / tanggal
: Sabtu, 15 maret 2017
b. Tempat :
Laboratorium IPA SMPN 17 Kota JAmbi
c. Waktu
: Pukul, 09.20 – 10.45 WIB
2. Alat dan Bahan
a. Alat – alat
1. Mikroskop
2. Kaca obyek
dan kaca penutup
3. Pipet
4. Gelas air
mineral
b. Bahan-bahan
1. Kentang
busuk
2. Tissu
3. Pulpen
4. Catatan
3. Cara Kerja
1.
Persiapan
·
Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2.
Penggunaan mikroskop
·
Ambillah Mikroskop lalu letakan di meja kerja.
·
Kemudian atur posisi mikroskop. Posisi yang baik adalah cahaya
dipantulkan oleh cermin mikroskop ke arah kaca obyek
3.
Penelitian
·
Ambillah sample bakteri (lendir yang terdapat pada kentang) secukupnya
dan tipis, menggunakan sendok yang disediakan
·
Bahan yang telah berada di sendok lalu dipindahkan kekaca objek, tetesi
air sedikit mungkin. sehingga obyek pengamatan berada di kaca obyek
·
Kemnudain tutup obyek dengan menggunakan kaca penutup dengan cara
perlahan-lahan agar tidak terjadi penggelembungan yang akan mengganggu proses
penelitian nantinya.
·
Kemudian masukkan kaca obyek ke meja obyek
·
Kita dapat melihat bakteri dari lensa okuler mulailah dahulu dengan
pembesaran yang kecil (5 kali perbesaran) hingga yang tertinggi (12,5 kali
perbesaran)
·
Lakukan secara berulang-ulang terhadap berbagai macam bahan penelitia.
4. Hasil Penelitian
Contoh :
|
No.
|
Nama bahan penelitian
|
Bakteri yang ditemukan
|
Perbesaran
|
|
1.:
|
Kentang
|
Monococcus
Amfitrik
Spiral
Chromatium sp.
|
5
12,5
12,5
12,5
|
BASIC LAB SKILL
PENGGUNAAN MIKROSKOP MONOKULER (CAHAYA)

·
Tubus/tabung mikroskop, berupa tabung
kosong yang dapat dinaik-turunkan untuk mengatur fokus.
·
Lensa objektif, terletak di bagian bawah tabung
mikroskop. Berfungsi untuk menghasilkan bayangan benda yang sedang diamati.
Lensa ini tersedia dalam berbagai ukuran pembesaran, biasanya 5x, 10x, dan
12,5x.
·
Lensa okuler, terletak di bagian atas tabung
mikroskop. Fungsinya untuk memperbesar bayangan yang dibentuk oleh lensa
objektif. Lensa ini tersedia dalam berbagai ukuran pembesaran, biasanya 4x,
10x, 40x, dan 100x.
·
Revolver, adalah alat yang dapat berputar untuk memilih ukuran lensa
objektif yang akan digunakan.
·
Makrometer (tombol pengatur kasar), adalah tombol pengatur fokus
bayangan dengan menaik-turunkan tabung mikroskop dengan cepat.
·
Mikrometer (tombol pengatur halus), adalah tombol pengatur fokus
bayangan dengan menaik-turunkan tabung mikroskop dengan jarak pergeseran yang
lebih rapat dibandingkan makrometer.
·
Pegangan mikroskop, merupakan bagian lengan yang dipegang ketika
mikroskop akan dipindahkan.
·
Meja preparat, tempat meletakkan preparat yang akan diamati.
·
Penjepit objek, yaitu penjepit preparat agar kedudukannya tidak bergeser
ketika sedang diamati.
·
Diafragma, berupa lubang yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya
cahaya yang dibutuhkan dalam pengamatan.
·
Kondensor (pemusat cahaya), terdiri dari seperangkat lensa yang
berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya.
·
Cermin, berfungsi untuk mengarahkan cahaya agar dapat masuk diafragma
dan kondensor. Biasanya tersedia dua cermin (permukaan datar dan cekung). Kedua
cermin dapat dipakai bergantian sesuai dengan kondisi cahaya ruangan. Pada
ruangan yang terang cukup menggunakan cermin yang datar, namun bila cahaya
ruangan redup dapat digunakan cermin cekung. Ada juga jenis mikroskop yang
menggunakan sumber cahaya dari lampu listrik, sehingga pengamatan tidak
tergantung pada kondisi pencahayaan ruangan.
·
Kaki mikroskop, merupakan bagian paling bawah yang berfungsi untuk
mengokohkan kedudukan mikroskop.


1. Mikroskop
diletakkan di atas meja
2. Bagian-bagian
mikroskop kecuali lensa dan cermin dibersihkan dengan lap
3. Lensa dan
cermin di bersihkan dengan dengan kertas lensa, kemudian sekrup halus
diputar sampai penuh ke bawah. Lensa obyektif dipasang dengan perbesaran yang paling
lemah, misal 10 kali
4. Diafragma diputar hingga lubang yang mempunyai ukuran terbesar
berada satu garis dengan lubang yang terdapat pada meja benda
5. Mata praktikan ditempelkan pada lensa okuler untuk melihat cahaya yang
masuk. Cermin
a. diputar ke
arah sumber cahaya sehingga ketika dilihat pada lensa okuler didapat suatu
bidang
b. pandang yang
putih, keadaan ini menandakan mikroskop dalam posisi ini siap digunakan.

1.
Preparat diletakkan pada meja benda, kemudian
mata ditempelkan ke lensa okuler.
2.
Sekrup halus diputar ke atas atau ke bawah
secara perlahan-lahan sampai diperoleh
bayangan yang jelas.

1. Preparat diambil dari meja benda
2. Lensa okuler
dibersihkan dengan kertas lensa
3. Meja
benda dibersihkan dengan menggunakan lap bersih
4.
Diafragma ditutup dengan mengarahkan tuas pada posisi MIN
5.
Mikroskop dikembalikan pada tempat penyimpanan
PENGGUNAAN
KACA OBJEK

Kaca penutup yang tipis itu
gunanya untuk menutupi preparat yang akan diamati oleh mikroskop. Preparat
yang dipakai biasanya preparat tipis seperti irisan batang tumbuhan, nah irisan
itu biasanya ditetesi dengan air menggunakan pipet, kemudian preparat ditutupi
dengan kaca. cara menutupinyapun tidak boleh sembarangan. Itu supaya tidak ada
gelembung air yang ikut teramati.
MEMUSNAHKAN DAN MEMBUANG
SISA PRAKTIKUM
Menjaga kebersihan
laboratorium juga harus ditekankan menjadi tanggung jawab bersama, sehingga
setiap selesai pembelajaran praktikum setiap praktikan dibiasakan untuk
membersihkan meja kerja yang digunakannya dan pengembalikan alat
pada keadaan bersih. Pembiasaan ini harus
dimulai sejak praktikan memasuki laboratorium dan
diingatkan kembali secara terus menerus pada setiap pembelajaran, dan secara
tertulis harus tercantum pada tatatertib laboratorium.
Melatih meminimalkan
pembuangan sisa bahan/hasil praktikum dan mencegah polusi di sekitar
laboratorium memberikan pembelajaran tentang tanggung
jawab memelihara lingkungan. Penekanan pendekatan ini pad a maka secara
tidak langsung dapat melatih praktikan memiliki kebiasaan menghargai dan
berhemat dalam kehidupannya, baik di laboratorium, sehingga diharapkan dapat
memberikan dampak positif untuk kehidupannya di masa akan datang.
Beberapa hal yang juga harus diperhatikan dan
ditanamkan pada pengguna Lab dalam menjaga kebersihan laboratorium adalah
sebagai berikut:
ü
Setiap pengguna lab harus menjaga area tempat kerja/ meja laboratorium
dan sekitarnya bersih dan bebas dari barang-barang yang tidak diperlukan untuk
eksperimen tersebut.
ü
Buatlah area tempat kerja dan sekitarnya tetap bersih dan rapih selama
praktikum berlangsung sampai pada akhir praktikum.
ü
Jangan menutup saluran wastafel/sink
dengan sisa bahan praktikum/kotoran.
ü
Jangan melakukan aktivitas yang menghalangi jalan keluar atau peralatan
yang berfungsi untuk keadaan gawat darurat.
ü
Perhatikan semua alat yang akan digunakan sebelum memulai praktikum,
bila ada kerusakan (retak, patah atau lainnya), laporkan pada petugas dan
jangan menggunakan peralatan yang rusak untuk praktikum
ü
Jangan membuang/menunggu sisa zat kimia ke dalam wastafel atau tempat
sampah.
ü
Tempatkan bahan-bahan kimia
sisa pada tabung khusus sesuai dengan lebel yang telah
diberikan. Jangan mencampurkan buangan zat-zat kimia sembarangan.
ü
Buanglah barang-barang yang sudah dipakai seperti pecahan kaca, sarung
tangan, kertas tissue, atau alat- alat tajam (shyring, dll), segera pada
wadah/kontainer yang disedikan sesuai lebel yang telah diberikan.
Untuk membersihkan kaca objek bekas bakteri
cukup dengan menggunakan cairan pembersih seperti alcohol lalu dibilas lagi
dengan air yang mengalir. Tetapi apabila terdapat kaca objek/penutup yang pecah
mengingat bahan tersebut sangat mudah pecah kumpulkan dan segera dimasukkan ke
dalam container yang disediakan.
Berikut ini
adalah tips yang dapat Anda pergunakan :
Membersihkan
kaca preparat yang menggunakan kaca penutup (cover glass)
sisa bakteri yang menempel dapat langsung dibersihkan dengan menggunakan tissue lensa yang telah diberi larutan Ether + Alkohol (7 : 3) masing-masing dengan kadar absolut.
Apabila tidak ada Ether, maka dapat diganti dengan Alkohol 96% atau dengan kadar yang lain.
sisa bakteri yang menempel dapat langsung dibersihkan dengan menggunakan tissue lensa yang telah diberi larutan Ether + Alkohol (7 : 3) masing-masing dengan kadar absolut.
Apabila tidak ada Ether, maka dapat diganti dengan Alkohol 96% atau dengan kadar yang lain.