Kamis, 23 Maret 2017

rancangan praktikum, keterampilan penggunaan alat, dan pemusnahan alat/reagen yang tak terpakai

RANCANGAN PRAKTIKUM
PENGAMATAN BAKTERI PADA LENDIR KENTANG

1. Latar Penelitian
a.    Hari / tanggal   : Sabtu, 15 maret 2017
b.    Tempat            : Laboratorium IPA SMPN 17 Kota JAmbi
c.    Waktu              : Pukul, 09.20 – 10.45  WIB

2.  Alat dan Bahan
a. Alat – alat
1.     Mikroskop
2.     Kaca obyek dan kaca penutup
3.     Pipet
4.     Gelas air mineral

b.     Bahan-bahan
1.      Kentang busuk
2.      Tissu
3.      Pulpen
4.      Catatan

3.    Cara Kerja
1.      Persiapan
·                  Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2.      Penggunaan mikroskop
·                  Ambillah Mikroskop lalu letakan di meja kerja.
·                  Kemudian atur posisi mikroskop. Posisi yang baik adalah cahaya dipantulkan oleh cermin mikroskop ke arah kaca obyek
3.      Penelitian
·                  Ambillah sample bakteri (lendir yang terdapat pada kentang) secukupnya dan tipis, menggunakan sendok yang disediakan
·                  Bahan yang telah berada di sendok lalu dipindahkan kekaca objek, tetesi air sedikit mungkin. sehingga obyek pengamatan berada di kaca obyek
·                  Kemnudain tutup obyek dengan menggunakan kaca penutup dengan cara perlahan-lahan agar tidak terjadi penggelembungan yang akan mengganggu proses penelitian nantinya.
·                  Kemudian masukkan kaca obyek ke meja obyek
·                  Kita dapat melihat bakteri dari lensa okuler mulailah dahulu dengan pembesaran yang kecil (5 kali perbesaran) hingga yang tertinggi (12,5 kali perbesaran)
·                  Lakukan secara berulang-ulang terhadap berbagai macam bahan penelitia.


4.   Hasil Penelitian
Contoh :
No.
Nama bahan penelitian
Bakteri yang ditemukan
Perbesaran
1.:
Kentang
Monococcus
Amfitrik
Spiral
Chromatium sp.
5
12,5
12,5
12,5





























BASIC LAB SKILL
PENGGUNAAN MIKROSKOP MONOKULER (CAHAYA)

mikroskop monokuler.png


·         Tubus/tabung mikroskop, berupa tabung kosong yang dapat dinaik-turunkan untuk mengatur fokus.
·         Lensa objektif, terletak di bagian bawah tabung mikroskop. Berfungsi untuk menghasilkan bayangan benda yang sedang diamati. Lensa ini tersedia dalam berbagai ukuran pembesaran, biasanya 5x, 10x, dan 12,5x.
·         Lensa okuler, terletak di bagian atas tabung mikroskop. Fungsinya untuk memperbesar bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif. Lensa ini tersedia dalam berbagai ukuran pembesaran, biasanya 4x, 10x, 40x, dan 100x.
·         Revolver, adalah alat yang dapat berputar untuk memilih ukuran lensa objektif yang akan digunakan.
·         Makrometer (tombol pengatur kasar), adalah tombol pengatur fokus bayangan dengan menaik-turunkan tabung mikroskop dengan cepat.
·         Mikrometer (tombol pengatur halus), adalah tombol pengatur fokus bayangan dengan menaik-turunkan tabung mikroskop dengan jarak pergeseran yang lebih rapat dibandingkan makrometer.
·         Pegangan mikroskop, merupakan bagian lengan yang dipegang ketika mikroskop akan dipindahkan.
·         Meja preparat, tempat meletakkan preparat yang akan diamati.
·         Penjepit objek, yaitu penjepit preparat agar kedudukannya tidak bergeser ketika sedang diamati.
·         Diafragma, berupa lubang yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan dalam pengamatan.
·         Kondensor (pemusat cahaya), terdiri dari seperangkat lensa yang berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya.
·         Cermin, berfungsi untuk mengarahkan cahaya agar dapat masuk diafragma dan kondensor. Biasanya tersedia dua cermin (permukaan datar dan cekung). Kedua cermin dapat dipakai bergantian sesuai dengan kondisi cahaya ruangan. Pada ruangan yang terang cukup menggunakan cermin yang datar, namun bila cahaya ruangan redup dapat digunakan cermin cekung. Ada juga jenis mikroskop yang menggunakan sumber cahaya dari lampu listrik, sehingga pengamatan tidak tergantung pada kondisi pencahayaan ruangan.
·         Kaki mikroskop, merupakan bagian paling bawah yang berfungsi untuk mengokohkan kedudukan mikroskop.

cara menggunkan mikroskop.png

1.      Mikroskop diletakkan di atas meja
2.      Bagian-bagian mikroskop kecuali lensa dan cermin dibersihkan dengan lap
3.      Lensa dan cermin di bersihkan dengan dengan kertas lensa, kemudian sekrup halus diputar sampai penuh ke bawah. Lensa obyektif dipasang dengan perbesaran yang paling lemah, misal 10 kali
4.      Diafragma diputar hingga lubang yang mempunyai ukuran terbesar berada satu garis dengan lubang yang terdapat pada meja benda
5.      Mata praktikan ditempelkan pada lensa okuler untuk melihat cahaya yang masuk. Cermin    
a.       diputar ke arah sumber cahaya sehingga ketika dilihat pada lensa okuler didapat suatu bidang 
b.      pandang yang putih, keadaan ini menandakan mikroskop dalam posisi ini siap digunakan.

mengoperasikan mikroskop.png

1.      Preparat diletakkan pada meja benda, kemudian mata ditempelkan ke lensa okuler.
2.      Sekrup halus diputar ke atas atau ke bawah secara perlahan-lahan sampai diperoleh 
 bayangan yang jelas.

mengembalikan mikroskop.png

1. Preparat diambil dari meja benda
2. Lensa okuler dibersihkan dengan kertas lensa
3. Meja benda dibersihkan dengan menggunakan lap bersih
4. Diafragma ditutup dengan mengarahkan tuas pada posisi MIN
5. Mikroskop dikembalikan pada tempat penyimpanan








PENGGUNAAN KACA OBJEK
preparat.jpg
Kaca penutup yang tipis itu gunanya untuk menutupi preparat yang akan diamati oleh mikroskop.  Preparat yang dipakai biasanya preparat tipis seperti irisan batang tumbuhan, nah irisan itu biasanya ditetesi dengan air menggunakan pipet, kemudian preparat ditutupi dengan kaca. cara menutupinyapun tidak boleh sembarangan. Itu supaya tidak ada gelembung air yang ikut teramati.


















MEMUSNAHKAN DAN MEMBUANG SISA PRAKTIKUM

Menjaga kebersihan laboratorium juga harus ditekankan menjadi tanggung jawab bersama, sehingga setiap selesai pembelajaran praktikum setiap praktikan dibiasakan untuk membersihkan meja kerja yang digunakannya dan pengembalikan  alat  pada  keadaan  bersih.  Pembiasaan ini  harus  dimulai  sejak  praktikan  memasuki  laboratorium dan diingatkan kembali secara terus menerus pada setiap pembelajaran, dan secara tertulis harus tercantum pada tatatertib laboratorium.
Melatih meminimalkan pembuangan sisa bahan/hasil praktikum dan mencegah polusi di sekitar laboratorium memberikan pembelajaran    tentang tanggung jawab  memelihara lingkungan. Penekanan pendekatan ini pad a maka secara tidak langsung dapat melatih praktikan memiliki kebiasaan menghargai dan berhemat dalam kehidupannya, baik di laboratorium, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk kehidupannya di masa akan datang.

Beberapa hal yang juga harus diperhatikan dan ditanamkan pada pengguna Lab dalam menjaga kebersihan laboratorium adalah sebagai berikut:
ü  Setiap pengguna lab harus menjaga area tempat kerja/ meja laboratorium dan sekitarnya bersih dan bebas dari barang-barang yang tidak diperlukan untuk eksperimen tersebut.
ü  Buatlah area tempat kerja dan sekitarnya tetap bersih dan rapih selama praktikum berlangsung sampai pada akhir praktikum. 
ü  Jangan  menutup  saluran  wastafel/sink  dengan  sisa bahan praktikum/kotoran. 
ü  Jangan melakukan aktivitas yang menghalangi jalan keluar atau peralatan yang berfungsi untuk keadaan gawat darurat.
ü  Perhatikan semua alat yang akan digunakan sebelum memulai praktikum, bila ada kerusakan (retak, patah atau lainnya), laporkan pada petugas dan jangan menggunakan peralatan yang rusak untuk praktikum
ü  Jangan membuang/menunggu sisa zat kimia ke dalam wastafel atau tempat sampah.
ü  Tempatkan   bahan-bahan   kimia   sisa   pada   tabung khusus sesuai dengan lebel yang telah diberikan. Jangan mencampurkan buangan zat-zat kimia sembarangan.
ü  Buanglah barang-barang yang sudah dipakai seperti pecahan kaca, sarung tangan, kertas tissue, atau alat- alat tajam (shyring, dll), segera pada wadah/kontainer yang disedikan sesuai lebel yang telah diberikan.

Untuk membersihkan kaca objek bekas bakteri cukup dengan menggunakan cairan pembersih seperti alcohol lalu dibilas lagi dengan air yang mengalir. Tetapi apabila terdapat kaca objek/penutup yang pecah mengingat bahan tersebut sangat mudah pecah kumpulkan dan segera dimasukkan ke dalam container yang disediakan.
Berikut ini adalah tips yang dapat Anda pergunakan :
Membersihkan kaca preparat yang menggunakan kaca penutup (cover glass)
sisa bakteri yang menempel dapat langsung dibersihkan dengan menggunakan tissue lensa yang telah diberi larutan Ether + Alkohol (7 : 3) masing-masing dengan kadar absolut.
Apabila tidak ada Ether, maka dapat diganti dengan Alkohol 96% atau dengan kadar yang lain.